Pantang Ngopi Saat Sahur! Ini Waktu Terbaik Minum Kopi di Bulan Puasa Menurut dr. Tirta
![]() |
| Ilustrasi: Pahami efek kafein agar puasa tetap fit dan tidak dehidrasi. |
Bagi para penikmat senja dan pekerja keras, kopi adalah bahan bakar utama. Memasuki bulan puasa, banyak orang panik memikirkan bagaimana caranya agar tidak mengantuk di siang bolong. Alhasil, muncullah ide "brilian" tapi menyesatkan: menenggak kopi hitam kental saat makan sahur.
Padahal, menurut dr. Tirta, kebiasaan ngopi saat fajar ini justru merupakan "bunuh diri" secara medis bagi tubuh yang akan berpuasa. Bukannya bikin melek seharian, Anda malah berisiko tumbang sebelum azan Magrib berkumandang. Mari kita bongkar alasannya.
Jebakan Dehidrasi dan Asam Lambung
Kopi memiliki sifat bawaan yang disebut diuretik. Bahasa sederhananya: kopi memaksa ginjal Anda bekerja ekstra untuk membuang cairan melalui urine. Bayangkan, Anda minum kopi jam 4 pagi, lalu dari jam 6 pagi sampai siang Anda bolak-balik ke toilet untuk buang air kecil. Cairan tubuh habis, sementara Anda tidak boleh minum setetes pun sampai Magrib. Hasilnya? Dehidrasi parah, sakit kepala, dan lemas ekstrem.
Belum lagi urusan lambung. Saat sahur, lambung yang baru saja bangun tidur langsung "dihajar" oleh tingkat keasaman kopi yang tinggi. Bagi Anda yang punya riwayat GERD atau maag, ini adalah resep paling ampuh untuk membuat ulu hati perih dan mual seharian.
Kapan Waktu 'Aman' untuk Ngopi?
Tenang saja, puasa bukan berarti Anda harus puasa kopi sebulan penuh. Anda tetap bisa menikmati rutinitas ini dengan menggeser jam tayangnya.
Waktu paling ideal untuk memasukkan kafein ke dalam tubuh adalah setelah salat Isya atau Tarawih. Kenapa? Karena pada saat itu, perut Anda sudah terisi penuh oleh makanan berbuka (sehingga aman untuk lambung), dan Anda punya akses bebas untuk minum air putih guna menyeimbangkan cairan tubuh.
Selain itu, kafein biasanya hanya bertahan aktif sekitar 3 jam di dalam aliran darah. Jika Anda ngopi jam 20.00 malam, efek meleknya perlahan akan habis di jam 23.00. Anda tetap bisa tidur nyenyak, tubuh bisa beristirahat (Deep Sleep), dan besok paginya siap bangun sahur dengan bugar tanpa rasa lemas.
Ingat, puasa itu tentang memperbaiki metabolisme, bukan ajang menyiksa diri karena salah strategi. Ingin tahu penjelasan medis yang lebih detail dan "ngegas" ala dr. Tirta? Langsung saja tonton obrolan lengkapnya di bawah ini:

Posting Komentar