Kenapa Gorengan & Es Manis Bikin Ngantuk Berat Saat Tarawih? Ini Penjelasan Medisnya
![]() |
| Ilustrasi: Reaksi tubuh terhadap konsumsi gorengan dan gula berlebih saat berbuka puasa. |
Skenario ini pasti pernah Anda alami: Saat adzan Magrib berkumandang, Anda langsung menyantap dua buah bakwan hangat, satu tahu isi, dan segelas besar es teh manis. Rasanya surga dunia. Namun, satu jam kemudian saat rakaat Tarawih dimulai, mata rasanya berat sekali, tubuh lemas, dan konsentrasi buyar.
Banyak orang mengira rasa kantuk ini adalah hal wajar karena perut kenyang. Padahal, menurut ilmu medis dan kimia pangan, rasa kantuk ekstrem tersebut adalah "hukuman" biologis akibat pemilihan menu buka puasa yang memicu reaksi berantai di dalam darah. Mari kita bedah penyebabnya.
1. Fenomena 'Sugar Crash' (Jatuhnya Kadar Gula)
Gorengan terbuat dari tepung terigu (karbohidrat sederhana) dan biasanya dimakan bersama minuman manis. Kombinasi ini memiliki Indeks Glikemik (IG) yang sangat tinggi.
Saat Anda memakannya dalam kondisi perut kosong, gula darah akan melonjak drastis dalam waktu singkat. Tubuh merespons dengan membanjiri darah menggunakan hormon Insulin untuk menyerap gula tersebut. Akibatnya, kadar gula darah yang tadinya tinggi langsung "dibanting" turun secara drastis (hipoglikemia reaktif). Kondisi inilah yang disebut Sugar Crash. Efeknya? Tubuh tiba-tiba terasa sangat lemas, mengantuk, dan ingin rebahan.
2. Kerja Keras Mencerna Minyak Jenuh
Gorengan mengandung minyak jenuh yang sangat tinggi. Secara kimiawi, lemak adalah makronutrien yang paling sulit dan paling lama dicerna oleh tubuh dibandingkan karbohidrat atau protein.
Saat lambung penuh dengan minyak gorengan, sistem saraf otak akan memerintahkan darah untuk berkumpul di area perut guna membantu proses pencernaan yang berat ini. Akibatnya, aliran darah dan oksigen ke otak menjadi berkurang. Fenomena ini dikenal sebagai Postprandial Somnolence (koma makanan). Inilah alasan kenapa mata Anda terasa "raket" dan sulit dibuka saat imam sedang membaca surat panjang.
3. Hormon Cholecystokinin (CCK)
Selain menyedot darah ke perut, masuknya lemak jenuh ke usus halus juga memicu pelepasan hormon Cholecystokinin (CCK). Hormon ini memiliki efek samping menekan sistem saraf pusat yang memberikan sinyal rasa kenyang sekaligus rasa kantuk yang kuat.
Solusi Agar Tarawih Tetap Segar
Bukan berarti Anda haram memakan gorengan. Namun, kuncinya adalah urutan dan porsi. Saat berbuka, utamakan meminum air putih dan memakan kurma (gula kompleks) atau buah potong terlebih dahulu. Biarkan tubuh mendapatkan energi secara bertahap.
Simpan jatah gorengan atau makanan berat Anda setelah pulang Tarawih. Dengan begitu, ibadah Anda akan jauh lebih khusyuk, fokus, dan tidak menjadi ajang menahan kantuk di saf belakang.

Posting Komentar