Mengenal Saham: Pengertian, Potensi Keuntungan, dan Risiko bagi Pemula
![]() |
| Ilustrasi: Memahami dua sisi koin investasi saham, antara potensi keuntungan dan risiko kerugian. |
Di dunia pasar keuangan, saham (stock) merupakan salah satu instrumen yang paling populer. Dari sudut pandang perusahaan, menerbitkan saham adalah jalan utama untuk mendapatkan pendanaan atau modal ekspansi. Namun, dari kacamata masyarakat, saham adalah instrumen investasi primadona yang mampu menawarkan tingkat keuntungan menarik di masa depan.
Secara sederhana, saham dapat didefinisikan sebagai tanda bukti penyertaan modal seseorang atau badan usaha dalam suatu Perseroan Terbatas (PT). Saat Anda membeli saham sebuah perusahaan, Anda pada dasarnya membeli "potongan kepemilikan" perusahaan tersebut. Dengan menyertakan modal, Anda memiliki hak atas pendapatan perusahaan, klaim atas aset, dan berhak hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Layaknya dua sisi koin, investasi saham menawarkan keuntungan, namun juga dibarengi dengan risiko. Berikut adalah rinciannya.
Dua Keuntungan Utama Memiliki Saham
Seorang investor dapat meraih keuntungan melalui dua cara utama, yaitu Dividen dan Capital Gain:
1. Dividen (Bagi Hasil Keuntungan)
Dividen adalah pembagian laba yang diberikan perusahaan kepada para pemegang sahamnya. Besaran dan keputusan pembagian dividen ini harus mendapat persetujuan terlebih dahulu dalam RUPS. Untuk berhak mendapatkan dividen, seorang investor harus memegang (menahan) saham tersebut melewati periode waktu tertentu yang diakui sebagai batas hak dividen (Cum Date).
Dividen terbagi menjadi dua wujud:
- Dividen Tunai: Investor menerima uang tunai berupa nominal rupiah tertentu untuk setiap lembar saham yang dimilikinya.
- Dividen Saham: Perusahaan membagikan keuntungan dalam wujud saham baru, sehingga jumlah lembar saham yang dimiliki investor di portofolionya akan bertambah.
2. Capital Gain (Keuntungan Harga Jual)
Capital Gain adalah keuntungan yang diperoleh dari selisih antara harga beli dan harga jual saham di pasar sekunder. Ini adalah tujuan utama para trader. Misalnya, Anda membeli saham ABCD di harga Rp3.000 per lembar, lalu beberapa bulan kemudian harganya naik dan Anda menjualnya di harga Rp3.500 per lembar. Maka, Anda mendapatkan Capital Gain sebesar Rp500 per lembar saham.
Mengenal Risiko Investasi Saham
Di balik potensi keuntungannya yang besar, saham digolongkan sebagai instrumen High Risk, High Return. Risiko yang membayangi investor antara lain:
1. Capital Loss
Ini adalah kebalikan dari Capital Gain, di mana investor terpaksa menjual saham lebih rendah dari harga belinya (Cut Loss). Misalnya, Anda membeli saham XYZ di harga Rp2.000 per lembar. Ternyata kinerja perusahaan memburuk dan harga sahamnya anjlok ke Rp1.400. Karena khawatir harga akan semakin hancur, Anda menjualnya di harga Rp1.400, sehingga menanggung kerugian (Capital Loss) sebesar Rp600 per lembar.
2. Risiko Likuidasi (Kebangkrutan)
Ini adalah risiko terberat. Jika perusahaan yang sahamnya Anda miliki dinyatakan bangkrut oleh pengadilan dan dibubarkan, hak klaim pemegang saham berada di prioritas paling akhir. Seluruh aset perusahaan akan dijual untuk melunasi utang ke kreditur dan pajak terlebih dahulu. Jika masih ada sisa, baru dibagikan proporsional ke pemegang saham. Namun, jika asetnya habis untuk membayar utang, pemegang saham tidak akan mendapatkan apa-apa.
Mengapa Harga Saham Naik Turun?
Dalam aktivitas perdagangan sehari-hari di pasar sekunder, harga saham akan terus berfluktuasi. Pembentukan harga murni terjadi karena hukum Supply and Demand (Penawaran dan Permintaan).
Tarik ulur antara pembeli dan penjual ini dipengaruhi oleh banyak faktor. Mulai dari faktor internal (kinerja laporan keuangan, aksi korporasi) hingga faktor makro ekonomi (tingkat suku bunga, inflasi, nilai tukar mata uang, hingga kondisi sosial politik suatu negara).
Oleh karena itu, seorang investor saham dituntut untuk terus mau belajar dan mengikuti perkembangan informasi agar tidak salah dalam mengambil keputusan investasi.
Sumber Referensi:
- Bursa Efek Indonesia (BEI), Produk Saham.

Posting Komentar