Jam Kiamat 2026: Tersisa 85 Detik Menuju Kehancuran Global, Rekor Terburuk dalam Sejarah

 

Presiden dan CEO Bulletin, Alexandra Bell, menggerakkan jarum menit pada Jam Kiamat. (Kredit foto: Jamie Christiani)

Pada 27 Januari 2026, dunia kembali mendapat peringatan keras. Bulletin of the Atomic Scientists secara resmi mengatur ulang waktu pada Jam Kiamat (Doomsday Clock) menjadi 85 detik menuju tengah malam. Angka ini merupakan titik yang paling dekat dengan "kiamat" atau kehancuran global sepanjang sejarah berdirinya jam tersebut sejak tahun 1947.

Sebagai perbandingan, pada pembaruan terakhir di Januari 2025, jam ini berada di angka 89 detik menuju tengah malam. Pergerakan jarum jam yang semakin maju ini dipicu oleh apa yang disebut oleh para ilmuwan sebagai "kegagalan kepemimpinan" dalam mengatasi berbagai ancaman eksistensial, mulai dari senjata nuklir, perubahan iklim, hingga teknologi kecerdasan buatan (AI) yang tidak tergulasi dengan baik.

Faktor Utama Pendorong Jam Kiamat 2026

Keputusan penentuan waktu ini dilakukan oleh Dewan Sains dan Keamanan (SASB) dengan berkonsultasi bersama Dewan Sponsor yang mencakup delapan peraih Nobel. Terdapat beberapa ancaman utama yang mendorong umat manusia semakin dekat ke jurang kehancuran tahun ini:

1. Meluasnya Ancaman Senjata Nuklir

Berakhirnya perjanjian New START menjadi pukulan telak bagi keamanan global. Banyak negara bersenjata nuklir yang secara terbuka berbicara tentang penggunaan senjata nuklir tidak hanya untuk pertahanan, tetapi juga untuk pemaksaan (koersi). Ratusan miliar dolar dihabiskan untuk memperluas dan memodernisasi persenjataan, memicu perlombaan senjata baru yang sangat berbahaya dan menempatkan seluruh planet dalam risiko tinggi.

2. Krisis Iklim dan Kebijakan yang Mundur

Tren iklim yang terus memecahkan rekor suhu panas semakin mengkhawatirkan. Para ilmuwan menyoroti langkah mundur di beberapa negara besar, seperti Amerika Serikat, di mana dukungan terhadap energi terbarukan dipangkas dan insentif untuk energi bersih dihapus. Ketergantungan global pada bahan bakar fosil masih sangat tinggi, mempercepat laju kerusakan lingkungan dunia.

3. Bahaya AI dan 'Kiamat Informasi'

Teknologi disruptif, khususnya AI, berkembang jauh lebih cepat daripada regulasi yang mengaturnya. Pencabutan inisiatif keselamatan AI di beberapa negara memicu perlombaan teknologi tanpa memedulikan risiko. Maria Ressa, peraih Nobel Perdamaian 2021, menyebut situasi ini sebagai "Kiamat Informasi" (Information Armageddon), di mana teknologi predator menyebarkan kebohongan lebih cepat daripada fakta, merusak kepercayaan publik, dan membuat kerja sama global menjadi mustahil.

4. Ancaman Keamanan Biologis

Tahun ini juga ditandai dengan penurunan kapasitas dunia dalam merespons ancaman biologis. Terdapat kekhawatiran besar mengenai pengembangan senjata biologis baru, biologi sintetis yang tidak terkendali, serta konvergensi (penggabungan) antara AI dan rekayasa biologi yang dapat disalahgunakan untuk menciptakan patogen mematikan.

Masih Ada Waktu untuk Mundur

Meskipun jarum jam bergerak semakin dekat ke tengah malam, Bulletin of the Atomic Scientists menegaskan bahwa manusia masih memiliki kendali untuk menarik diri dari ambang kehancuran. Jam ini bukanlah ramalan nasib, melainkan seruan untuk bertindak.

Para ilmuwan mendesak para pemimpin dunia untuk segera melanjutkan dialog pembatasan senjata nuklir, menciptakan pedoman internasional yang mengikat mengenai penggunaan AI (terutama dalam militer), dan kembali berinvestasi secara masif pada sains serta transisi energi terbarukan. Kuncinya ada pada kerja sama dan kepercayaan internasional, karena dunia yang terpecah belah hanya akan membuat seluruh umat manusia menjadi lebih rentan.

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Jam Kiamat 2026: Tersisa 85 Detik Menuju Kehancuran Global, Rekor Terburuk dalam Sejarah
  • Jam Kiamat 2026: Tersisa 85 Detik Menuju Kehancuran Global, Rekor Terburuk dalam Sejarah
  • Jam Kiamat 2026: Tersisa 85 Detik Menuju Kehancuran Global, Rekor Terburuk dalam Sejarah
  • Jam Kiamat 2026: Tersisa 85 Detik Menuju Kehancuran Global, Rekor Terburuk dalam Sejarah
  • Jam Kiamat 2026: Tersisa 85 Detik Menuju Kehancuran Global, Rekor Terburuk dalam Sejarah
  • Jam Kiamat 2026: Tersisa 85 Detik Menuju Kehancuran Global, Rekor Terburuk dalam Sejarah

Posting Komentar